Minggu, 24 Agustus 2014

The best love affairs are those we never had !

Saat itu aku diam. Aku tidak bisa memberikan komentar apa-apa. Lama rasanya waktu putar tentang pengkhianatan, namun aku merasa fragmen itu membeku, menyisakan lukisan tragis yang terus aku benci namun terus terkenang. Rasa sakit yang tidak mampu ditawar. Rasa sakit yang terus jeda, terekam oleh waktu.
Pengkhianatan tidak cuma oleh perselingkuhan yang terang-terangan. Terkadang juga terbit dari perselingkuhan diam-diam. bahwa engkau mungkin tidak selingkuh namun ketika hatimu terpaut kepada seseorang yang lain selain pasanganmu, walau sedetik, engkau menikmati, engkau telah mengkhianati.
Mengapa harus mengkhianati jika engkau mampu setia? Apakah karena sejenak kenikmatan yang didapat dari pertemuan dua insan yang berbeda, atau karena akumulasi dari rasa bosan yang menjemukan dari satu pasangan?
Setiap orang pasti punya rasa bosan. Namun pengkhianatan bukan jawaban atas segala kebosanan.

Jumat, 30 Mei 2014

"Menuju Matahari Baru"

angie:
"ping! sa, ada banyak update sepatu baru, baju juga, oiya ada tas coach yg lu cari juga ada. buruan ! limited edition !"

wulan:
"ping! woy sa, kemana aja lu kagak pernah nongol, nanti sore hang out bareng yuk. kan dah lama happy gank gak ngumpul. oke, kita tunggu dirumah ajeng. ok ;) "


begitulah isi bbm dari teman kampusku. gadgetku terus saja berbunyi dengan isi pesan singkat yang sama. shoppaholic. aku merasa heran sendiri, sekarang hobiku yang dulu gila-gilaan kujalani, sampai bolos kuliah demi berburu koleksi terbaru dari brand-brand impor tiba-tiba mengendap, lindap begitu saja. aku mengabaikan pesan angie maupun wulan, lalu melanjutkan membaca buku, buku perjuangan melawan kapitalisme. ya, kapitalisme. apa itu kapitalisme? kapitalisme adalah...

ping! tiba-tiba gadgetku bunyi lagi.

windi:
"sa, facial yuk, muka gua dah kusem bgt nih, banyak komedo, jerawatan. mana besok Riyan dtg lgi. gimana donkkk,, anterin yah biar gua cantik lg. ok sa ;) "

ampun. aku jadi teringat buku yang ku baca kemarin yang juga pernah didiskusikan beberapa kali dengan kawan-kawan, bagaimana kita menjadi sangat konsumtif. terutama kaum perempuan. bahwa kapitalisme menciptakan mitos kecantikan. bahwa cantik itu harus putih, bersih dari komedo, jerawat, dan segala tetekbengeknya. bersamaan dengan itu, mereka (kapitalis) membuat produk-produk kecantikan sebagai solusi dari mitos yang mereka buat sendiri. haha lucu juga. 
entah kenapa aku bosan dengan kehidupanku, kebiasaan yang oleh para kaum kiri disebut hedonis. aku merasa ada yang janggal, ada yang salah dengan hidupku selama ini. tapi apa? aku juga sedang mencarinya.

aku mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi ternama di Jogja, mahasiswa tahun pertama jurusan ilmu politik. tak ada teman satu SMA ku yang mengambil jurusan yang sama denganku, ngapain sih sa ambil politik, banyak-banyakin calon koruptor di negri kita aja. hahaha. mending juga ambil ekonomi, bisnis atau kedokteran, atau,, kecantikan ! nah,, prospek kedepan kan amat menjanjikan. hehe. celetuk Sista teman satu SMA ku. aku hanya tersenyum saat itu,

*bersambung dulu yah, sudah pukul 04.36 dini hari..ngantuk lek, belom tidur nih :D




Jumat, 18 April 2014

repost: seberapapun yang kurasakan saat itu, baru2 ini aku tau banyak kebohongan didalamnya.

*latepost


sedikit banyak, aku mengerti kenapa ada orang bunuh diri karena patah hatinya
memang, amat sakit rasanya..
ternyata rasaku jauh lebih besar dari yang kutahu selama ini
ternyata cintaku jauh lebih dalam dari yang kurasakan selama ini
ternyata sakitnya pun jauh jauh amat sangat sakit..
aku tak bisa menggambarkan bagaimana rasanya.. amat sakit, sayang
tak ada yang bisa dilakukan jika memang saling mencinta
tak ada yang bisa dilakukan karena memang dia lebih baik, segalanya
apa sakitnya jauh lebih sakit pun karena itu ..

dan baru kusadari, aku sangat cinta, pun sangat sakit
Tuhan, kau tau aku jarang berkasih-kasih
tawaku terburai, sekali jatuh cinta
sakitnya luar biasa
kau tahu juga bagaimana tulusku untuknya
jadi, haruskah aku katakan semoga bahagia.. :(





Sabtu, 22 Maret 2014

kupertanyakan lagi


sejak dari tiga bulan yang lalu

kupertanyakan lagi cinta

sejak dari tiga bulan yang lalu

apa hanya aku saja?

sejak dari tiga bulan yang lalu

sepertinya iya

sejak tiga bulan yang lalu

hampir-hampir menyerah

sejak tiga bulan yang lalu

tetapi selalu aku paksa kuat berdiri

dan sejak tiga bulan yang lalu!

kupertanyakan lagi!

kupertanyakan lagi!

cintamu untuk siapa?!



oleh: Kaira
dalam ketiada artian ditengah ketulusan


revolusi borjuis


        Pesatnya perkembangan kapitalisme telah membawa dinamika baru yang menumbuhkan golongan baru pula di dalam masyarakat.golongan itu adalah golongan borjuis dan proletar.gologan borjuis dalam kehidupanya penuh dengan keuntungan yang berlebihan karena mereka menguasai alat-alat produksi,pertukaran dan kerajinan.sedangkan golongan proletar tidak menguasai apa-apa kecuali hanya menjual tenaga kepada majikanya(golongan borjuis) 
     Adanya dua golongan yang berbeda itu melahirkan ideologi yang berbeda pula di satu pihak aliran kapitalisme dan di pihak lain aliran ilmu pengetahuan sosialisme.kapitalisme pada waktu itu masih bercorak kolot karena bekum melahirkan mesin-mesin industri.demikian pula sosialisme masih merupakan sosialisme impian atau cita-cita karena tanpa di dasarkan pada kenyataan hidup atau ilmu pengetahuan 
      Keadaan di tiap-tiap negara pada waktu itu umumnya mengalami kemorosotan yang luar biasa baik dalam hal pengaruh maupun ekonomi.sebaliknya golongan borjuis semakin maju dengan kekuatan ekonomi dan pengaruhnya sangat kuat,kemudian menguasai hampir seluh sektor kehidupan termasuk di lapangan politik.mereka menduduki hampir sekuruh bagian penting dalam pemerintahan negara,sehingga sistem pemerintahan disetiap negara feodalistik berubah secara simultan menjadi sistem kapitalistik 
      Revolusi politik di inggris muncul pada abad ke 18 dan membawa perubahan yamg sangat besar di bidang teknik industri(dari home industry/industri kecil atau teradisional menjadi industri dalam sistem pabrik)Puncak perubahan itu pada tahun 1789 dengan meletusnya revolusi Perancis yang meruntuhkan kekuasaan feodalisme oleh kaum borjuis.setelah itu kapitalisme semakhn kuat dan tumbuh subur di tiap negara yang dalam eksistensinya senantiasa menguasai politik dam ekonomi.pada akhirnya revolusi itu berubah arah,bukan untuk kepentingan rakyat tetapi hanya untuk kaum borjuasi sekalipun korban terbesar dari rakyat kecil dan kaum buruh.Rakyat kecil dan kaum buruh hanya mendapatkan kemerdekaan semua(hanya merdeka suara)namum dalam ekonominya rakyat tetap tertindas.


sumber: http://www.targon.xtgem.com/Revolusi%20Borjuis

Senin, 03 Februari 2014

kehilangan

langit akan menangis lebih dari biasanya
aku pun akan merindukanmu lebih dari yang kau tahu.
sayang, jangan permainkan hati perempuan.
kau tau betapa tak mudah memberikan potongan hati.
tak perlu rayuan.
tak perlu gombalan.
perempuan hanya butuh kepercayaan.

sayang, jangan permainkan hati perempuan.
kau tau betapa tak mudah memberikan kepercayaan.
tak perlu bualan senan.
tak perlu manis rayuan.
untuk membuatnya senang.
semua untuk apa jika hanya manis didepan.

sayang, jangan permainkan hati perempuan.
jangan membuat hatinya jatuh.
jika kau tak hendak menangkapnya.

sayang, perempuan tentu tau kau lebih paham!!!


oleh: Kaira
di luasnya Zona Hijau penghujung Januari

sisi yang lain

aku selalu berpikir mencintai seseorang dengan apa adanya diriku..
tapi apa tidak bisa ku mencintaimu ddengan apa adanya diriku..?
aku sedih
aku  kecewa.
aku terluka.
toh semua tetap kulakukan..
aku cinta..
aku juga tersiksa..
Angel,, beritahu apa yang harus kulakukan..
aku ingin tetap mencintai dengan diriku yang ini..


aku pasti terus berusaha merubah yang buruk menjadi lebih baik.
bukan hanya untukmu, aku tau ini untukku juga..

"kadang aku merasa cinta yang ada tak pernah nyata.
 kuingin engkau tau berartinya dirimu"

maaf jika semua prinsip yang kupegang terasa amat kolot untukmu.. :(
aku merasa kerdil saat ini..merasa bodoh, tak berarti, tak berharga. aku amat benci perasaan seperti itu.

tapi sabar dan tunggulah sayang, aku akan bicara dengan kemampuanku berpikir!!!

Minggu, 26 Januari 2014

Sekolah Jurnalis :)



percaya tidak percaya, terima tidak terima, suka ataupun tidak suka,,, yang namanya waktu pasti berlalu,,, sedih? iya jelas, tapi ya memang sudah menjadi aturan, kalo tidak berjalan tentu bukan waktu namanya,,
yang jelas aku senang punya kawan2 yang baik hati, lucu, pintar, cerdas, kritis, berkarakter kerakyatan,  mandiri, dan demokratis ekologis serta feminis seperti kalian. :D

Rabu, 22 Januari 2014

The One Got Away- Katy Perry

 lagu ini... kurasa pas.. untuk "kita" :')

Summer after highschool when we first met
Musim panas sepulang sekolah saat kita pertama kali bertemu
We'd make out in your mustang to Radiohead
Kita lalu naik mobil mustangmu ke Radiohead
And on my 18th birthday we got matching tattoos
Dan pada ulang tahunku ke-18 kita membuat tato yang sama

Used to steal your parents liquor and climb to the roof
(kita) biasa mencuri miras orang tuamu dan naik ke atap
Talk about our future like we had a clue
Berbincang tentang masa depan kita seolah kita tahu
Never planned that one day I'd be losing you
Tak pernah berencana bahwa suatu hari aku akan kehilanganmu

CHORUS
In another life, I would be your girl
Di kehidupan lain, aku kan jadi kekasihmu
We'd keep all our promises
Kita akan penuhi janji kita
Be "us" against the world
Menjadi kita hadapi dunia
In another life, I would make you stay
Di kehidupan lain, aku kan membuatmu tak pergi
So I don't have to say
Maka aku tak harus bilang
You were the one that got away
Engkaulah satu hal istimewa yang hilang
The one that got away
Satu hal istimewa yang hilang

I was June and you were my Johnny Cash
Aku adalah Juni dan kau adalah Johnny Cash-ku
Never one without the other, we made a pact
Tak pernah berpisah, kita tlah berjanji
Sometimes when I miss you, I put those records on (woah-oh)
Kadang saat aku merindukanmu, kuputar rekaman itu

Someone said you had your tattoo removed
Seseorang berkata kau hapus tatomu
Saw you downtown, singing the blues
Melihatmu di kota, nyanyikan lagu blues
It's time to face the music, I'm no longer your muse
Saatnya hadapi musik, aku bukan lagi lamunanmu

CHORUS

The o-o-o-o-one (3x)
Satu hal istimewa
The one that got away
Satu hal istimewa yang hilang

All this money can't buy me a time machine (no)
Semua uang ini tak bisa tuk membelikan mesin waktu
Can't replace you with a million rings (no-o-o-o)
Tak bisa gantikanmu dengan sejuta cincin
I should have told you what you meant to me (woah-oh-oh-oh)
Harusnya sudah kukatakan padamu betapa berartinya kau bagiku
Cause now I pay the price
Karena kini harus kubayar semua itu

CHORUS

In another life, I would make you stay
Di kehidupan lain, aku kan membuatmu tak pergi
So I don't have to say
Maka aku tak harus bilang
You were the one that got away
Engkaulah satu hal istimewa yang hilang
The one that got away
Satu hal istimewa yang hilang

Senin, 06 Januari 2014

move___-

rumah lama sepertinya tak lagi nyaman.


mari mencari rumah baru -____-

Kamis, 02 Januari 2014

b u k a n !

entahlah
kenapa perempuan rentan menjadi objek kebohongan
kuberitahu kau, perempuan..
kau pun sama dengan mereka kaum adam
kau pun harus mandiri dengan kemampuanmu berfikir
kau pun harus cerdas
kau pun harus berkarakter
kau pun harus bermartabat
dengan itu kau tak akan terbeli dengan mutiara indah sedalam laut mana pun
tak akan terbeli dengan bait kata-kata seindah apapun

kau bukan korban, wahai perempuan


                                                                                             oleh: Kaira
                                                                        Dibawah sinar lampion, awal tahun 2014

penjaga yang merusak_

 repost dari:  http://tikusmerah.com/?p=1007#comment-843


Tiba-tiba, kau melihat dia tersenyum, walaupun lekas-lekas dihapusnya dengan sebuah pertanyaan yang dijawabnya sendiri, “Maksudmu, dingin yang seperti sekarang? Hem, memang benar dingin, tapi itulah salah satu alasan mengapa aku mengajakmu ke sini. Kita belum pernah pergi ke pantai. Selama hampir sebulan bersama, kau hanya mau kuajak pergi jika kita mengunjungi tempat dimana orang-orang ramai berkumpul dan lampu-lampu bersinar terang.”
“Lho, memang ada apa dengan tempat-tempat semacam itu? Kau tidak suka?”
“Tidak,” dia menggeleng pasti. “Aku hanya suka pergi ke tempat seperti itu jika bersama teman-temanku saja.”
“Lantas, apa bedanya temanmu dan aku?” Kali ini, kau bertanya sambil memasang ekspresi lugu.
“Jelas berbeda. Kau perempuanku, dan temanku adalah temanku.”
“Apakah itu sebuah jawaban?”
Dia mengangguk.
Sebenarnya, kau menyimpan segudang ilmu tentang lelaki sehingga kau tahu kalau tadi dia asal menjawab demi menyembunyikan maksud hatinya kepadamu. Kau hanya berpura-pura lugu demi mencari seseorang yang bisa melepaskan derita itu darimu. Sebuah kutukan yang membuatmu terpaksa hidup dalam pencarian yang tak kenal lelah—dan kau tidak ingin mati dalam keadaan seperti ini.
“Hei! Mengapa kau diam saja?” suaranya, yang mendadak terdengar sangat dekat di telinga, membuatmu tersentak.
“Ah, tidak. Aku hanya…”
“Kedinginan?” dia menebak sigap. “Kemari. Mendekatlah. Biar ku…”
“Jangan!” tiba-tiba kau menjerit histeris. “Jangan sentuh aku!” Kau menepis keras tangannya yang mulai bergerak.
“Hei! Kau kenapa?!” Kaget membuat dia ikut berteriak.
“Tolong, jangan sentuh aku.”
“Memangnya kenapa? Kau kan kedinginan.”
“Dari mana kau tahu aku kedinginan?”
“Lihatlah itu… Bahumu gemetar.”
“Oh, aku memang gemetar, tapi bukan karena kedinginan.”
“Lantas karena apa?”
“Karena…” Ingin sekali kau melanjutkan ucapan itu dengan kalimat, “…kau akan menyentuhku,” tapi kau merasa belum saatnya. Kau masih ingin mengulur waktu sehingga memutuskan untuk menelan kalimat itu bulat-bulat. Kau menyukai permainan begini.
“Kenapa kau diam? Ayo jawab!” dia mendesak.
Namun, kau setia menggagu. Dan, itulah inti dari permainanmu.
“Jangan jual mahal,” dia berucap meremehkan. “Pakailah…”
“Karena kau akan menyentuhku!” Akhirnya, kau beraksi juga. Kau meletup begini ketika tangannya nyaris berada di bahumu. Inilah saat yang tepat, bisikmu. Kau hapal gerakannya itu dengan pasti, dan apa yang bakal terjadi setelahnya, sebab kau pernah berada pada posisinya.
Sesaat, dia tampak membeku dengan uap putih keluar dari dahinya—entah uap dingin atau amarah. Dari jarak sedekat itu, kau bisa mencium aroma khas lelakinya yang membuat jantungmu bertalu dan darahmu mendesak ke kepala. Kau pun menutup mata sambil berusaha mengusir ingatan tentang aroma tersebut.
“Apa maksudmu dengan ‘jangan menyentuhku’?!” Setelah berhasil menguasai diri, dia langsung berteriak dengan nada terhina. “Dasar perempuan sok suci!”
Dalam pejam, kau mengigiti bibir penuh rasa sakit. Sakit yang bukan tercipta dari kata “sok suci”-nya, melainkan dari nada meremehkan yang ada di baliknya, yang bagai diucapkan seorang tuan kepada hambanya. Kau tidak terima direndahkan begitu. Sejak lahir, kau terbiasa diagung-agungkan. Tapi, ini bukan salahnya, pikirmu kemudian. Dalam keadaanmu yang sekarang, sangatlah wajar baginya merasa lebih mulia. Dia laksana cerminan dirimu dulu.
Kesunyian memadat sejenak. Kau masih setia membisu—kebisuan yang ternyata melunakkannya.